Daerah Bebas Asap Rokok di Bone Bone

Sudah pernah mendengar tentang desa bebas asap rokok pertama di dunia? Desa tersebut ada di Indonesia lho, Ada di Bone Sulawesi Selatan. Wow..keren ya..

Sejak Tahun 2000, desa ini dinyatakan sebagai desa pertama di dunia yang bebas dari asap rokok.

Bone-BoneTak hanya warganya yang dilarang merokok, tetapi orang yang berkunjung ke desa tersebut juga dilarang merokok. Desa ini berada diketinggian 1500 mdpl, tepatnya di bawah kaki gunung latimojong yang dapat ditempuh dengan tiga jam perjalanan dari pusat kota.

Pahlawan di balik semua ini adalah Idris, sang kepala desa. Tekad kuat ditunjukkan sesosok orang dari Pulau Sulawesi. Idris, Kepala Desa Bone-bone, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, berhasil keluar dari kebiasaan buruk. Ia sudah tidak merokok sejak belasan tahun lampau.

Idris yang juga berprofesi sebagai tukang kayu menceritakan pengalaman di masa lalu. Ia mengaku biasa menghabiskan 16 batang rokok perhari. Kebiasaan ini disadari berpengaruh buruk dan ia pun berusaha keras berhenti. Berkat tekad dan dukungan warga, Idris berhasil meninggalkan rokok untuk selama-lamanya.

Idris ingin merangkul semua orang, terutama warganya. Pria berumur 45 tahun itu kemudian memasang larangan tegas. Ia akan menerapkan sanksi bagi siapa saja yang berani merokok, tak terkecuali tamu.

Tak hanya larangan merokok. Idris juga melarang ayam negeri dan makanan lain yang mengandung pewarna berbahaya masuk ke Bone-bone. Semua itu ia lakukan demi kesehatan warga dan para generasi penerus.

Usaha Idris membuahkan hasil. Hampir semua warga Bone-Bone terbebas dari berbagai penyakit. Beragam penghargaan pun diterima sang kepala desa. Idris sering diundang Departemen Kesehatan setempat sebagai narasumber dan motivator. Desa tetangga pun mengikuti kesuksesan Bone-bone.

 

Keren kan, banyak manfaat yang didapatkan ketika tidak merokok. Udara sehat, badanpun juga sehat.

Semoga di luar daerah ini bisa dilaksanakan juga seperti ini, kita berharap 1 dunia, agar tidak ada lagi perkokok pasif dan aktif, dan mengurangi angka kematian dan penyakit yang berbahaya lainnya

Hanya itu saja pembahasan tentang artikel ini. Semoga bermanfaat

Sumber :

  • Xplor
  • Google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *